PEMBUKAAN PELATIHAN MASYARAKAT DESA SECARA NASIONAL TAHUN 2017 DI BBPLM JAKARTA


  Kamis, 12 Januari 2017 BERITA

PEMBUKAAN PELATIHAN MASYARAKAT DESA

SECARA NASIONAL TAHUN 2017 DI BBPLM JAKARTA

 

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan desa.  Salah satu hambatan yang dialami adalah keterbatasan pengetahuan, keterampilan serta sikap ingin maju dari masyarakat desa dalam mengelola potensi desa yang dimiliki.  Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan masyarakat baik bidang kelembagaan, bidang teknis, maupun bidang sosial masyarakat.   Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM) Jakarta merupakan salah satu unit kerja di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.  BBPLM memiliki tugas pokok dan fungsi memberikan pelatihan kepada masyarakat desa dalam mendukung tupoksi unit teknis eselon 1 di Kementerian Desa sehingga target kementerian untuk meningkatkan status desa sebanyak 5000 desa tertingga menjadi desa berkembang serta 2000 desa berkembang menjadi desa mandiri.

Mengawali Tahun 2017 pada tanggal 10 Januari dilaksanakan pembukaan pelatihan masyarakat desa bertempat di Training Center BBPLM Jakarta.  Adapun jenis pelatihan yang dilaksanakan adalah Pelatihan Guru PAUD (dari 18 Paud di Kabupaten Subang), Pelatihan Bimbingan Teknis Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) bagi Penggerak Swadaya Masyarakat di 21 provinsi dan Pelatihan Pengelolaan dan Pengembangan Bumdes (5 desa di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi).

Acara pembukaan dibuka oleh Bapak Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa. Acara dihadiri oleh para pejabat eselon 1 dan eselon 2 di lingkungan Kementerian Desa, Ibu Riri selaku Ketua Dharma Wanita Kemeterian Desa,  serta para undangan pihak terkait yang akan melakukan kerjasama dalam pelatihan antara lain pihak IHF, pihak BNI, pihak BRI, ketua OASE, perwakilan Ditjen Paud Kementerian Pendidikan, Pihak Perguruan Tinggi IPB dan Sultan Ageng Tirtayasa, LSM Kompak; acara yang dilanjutkan dengan pengarahan dan acara telconference dengan 5 UPTP Balai Pelatihan Masyarakat pada 5 wilayah kerja (BBLM Yogyakarta, BLM Pekanbaru, BLM Makasar, BLM Banjarmasin dan BLM Denpasar) yang secara serentak melaksanakan pembukaan pelatihan masyarakat desa. 

Sambutan dari Ka Balilatfo menyatakan bahwa pelatihan masyarakat terbagi menjadi tiga bagian yaitu pelatihan inti, merupakan amanat UU No 6 Tahun 2014 tentang desa, yaitu pelatihan Bumdes, KPMD dan Masyarakat Adat; pelatihan yang mendukung program Ditjen Teknis (pelatihan unggulan/One village One Product) yaitu agriculture estate serta aquaculture estate dan pelatihan teknis lainnya untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa. 

Bapak Sekjen menegaskan bahwa Balai Pelatihan Masyarakat harus menjadi ujung tombak peningkatan kasasitas sumber daya manusia pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan pembangunan desa.  “Dana desa seyogyanya digunakan secara maksimal sesuai dengan aturan yang tertera dalam Permendes no 22 Tahun 2016 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa” Lanjut Anwar

Setelah acara pembukaan pelatihan, Bapak Sekjen dan Ibu Menteri melakukan penanaman pohon buah jambu Jamaika dan Nangka kemudian beserta para tamu undangan meninjau demplot BBPLM Jakarta, antara lain panen ikan, panen tanaman sayuran hidroponik, uji coba biogas, uji coba pupuk organik cair, hasil pelatihan kewirausaan (PHP dan Handycraft), serta Jamur tiram.

Ibu Riri selaku ketua Dharma Wanita Kemendes PDT dan Transmigrasi sangat mengapresiasi pemanfaatan lahan secara intensif sehingga dapat tercapai hasil yang optimal sehingga dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga msayarakat desa antara lain budidaya ikan, budidaya sayuran, peternakan, jamur dengan teknik modern.

Tahun 2017 program pelatihan masyarakat desa meningkat secara signifikan hal ini karena peningkatan kapasitas SDM dalam pembangunan desa dianggap sangat penting.  Selain itu sangat strategis dalam mendukung unit kerja teknis, hal ini dapat dilihat dari jumlah angkatan pelatihan di BBPLM Jakarta dari tahun 2016 sebanyak 16 angkatan dan tahun 2017 menjadi sebanyak 58 angkatan pelatihan masyarakat desa, demikian juga pada UPTP Balai Pelatihan Masyarakat Lainnya.