TEPUNG KEONG MAS SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG IKAN DALAM RANSUM PAKAN IKAN


  Rabu, 24 Oktober 2018 ARTIKEL

 oleh : YUDHA ADI PRADANA

Keong mas merupakan salah satu masalah utama dalam produksi padi. Keong mas memiliki morfologi yang sama dengan keong sawah. Cangkang berbentuk bulat mengerut, berwarna kuning keemasan, berdiameter 1,2-1,9 cm, tinggi 2,2-3,6 cm, dan berat 4,2-15,8 g. keong mas berkembang biak secara ovipar dan menghasilkan telur. Seekor keong mas betina mampu bertelur 500 butir dalam seminggu dengan masa perkembang biakkan selama 3-4 tahun. Keong mas bertelur pada pagi dan sore hari, telur akan menetas dalam waktu 7-14 hari dan hari ke-60 keong telah menjadi dewasa dan dapat berkembang biak.

Keong mas merupakan sumber protein hewani alternatif untuk ternak. Rumah atau cangkangnya bisa digunakan sebagai sumber mineral, terutama Ca. walaupun tidak sebaik kualitas tepung ikan, daging keong mas bisa digunakan sebagai sumber protein. Kandungan nutrisi dari keong mas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

 

 

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa kandungan nutrisi yang terkandung dalam tepung keong mas antara lain protein kasar sebesar 51.8%, lemak kasar sebesar 13.61%, serat kasar 6.09%, kadar abu 24%, dan energy metabolis sebesar 2094.98 kal/kg. Masalah utama penggunaan keong mas adalah adanya racun pada lendirnya, tetapi tidak terlalu berbahaya untuk ternak. Metode pengolahan yang baik akan menghilangkan racun tersebut.

Keong Mas (Pomacea canaliculata) bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan, meningkatkan libido, dan obat liver. Keong mas mengandung asam omega 3, 6 dan 9. Hasil uji proksimat, kandungan protein pada keong mas 30,68 %. Kandungan protein yang tinggi dapat digunakan sebagai pakan belut karena belut merupakan hewan karnivora sehingga membutuhkan pakan dengan kadar protein yang tinggi. Selain banyak mengandung protein, hewan dari keluarga moluska ini juga kaya akan kalsium. Penggunaan keong mas untuk pakan itik terbukti mampu menaikkan hasil telur hingga 80 %. Pemberian pakan sekitar 4,5 % tepung keong mas pada sapi potong juga memberikan hasil pertumbuhan yang baik dan tingkat keuntungan paling tinggi dibandingkan pemberian pakan lain. Sebagai pakan ikan, penggantian kandungan tepung ikan menjadi tepung keong mas sebanyak 25 hingga 75 % memberikan pengaruh cukup baik terhadap laju pertumbuhan harian individu, efisiensi pakan, retensi protein, dan retensi lemak

 

Keong Mas

 

Berdasarkan beberapa pendapat dari para ahli dapat diketahui bahwa pakan adalah segala sesuatu yang dapat diberikan kepada hewan ternak sebagai sumber nutrisi untuk menunjang pertumbuhan hewan ternak tersebut. Pakan terdiri dari dua macam yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami adalah pakan yang di konsumsi oleh organisme yang disediakan secara alami dari alam yang ketersediaanya dpat dibudidayakan oleh manusia. Sedangkan, Pakan Buatan adalah pakan yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan bahan baku yanng mempunyai kandungan gizi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan ikan. Di antara kedua jenis pakan tersebut, terdapat kelebihan dan kekurangannya. Oleh karena sebab itu, peternak perlu memperhatikan perbedaan kedua jenis pakan tersebut agar dapat menentukan saat yang tepat untuk menggunakan pakan alami atau pakan buatan. Pakan alami biasanya digunakan dalam bentuk hidup dan agak sulit untuk mengembangkanya, karena memperlukan perlakuan khusus sebelum pakan tersebut diberikan kepada ikan. Sedangkan pakan buatan,dapat diartikan secara umum sebagai pakan yang berasal dari olahan beberapa bahan pakan yang memenuhi nutrisi yang diperlukan. Pakan buatan sering dijumpai dalam bentuk pellet.

Nutrisi (nutrion) adalah kandungan gizi yang dikandung pakan yang diberikan pada ikan budidaya. Apabila pakan yang diberikan pada ikan peliharaan mempunyai kandungan nutrisi yang cukup tinggi maka hal ini tidak saja menjamin hidup dan aktivitas ikan tetapi juga mempercepat pertumbuhanya. Oleh karena itu, pakan yang diberikan pada ikan budidaya selama dipelihara, tidak hanya sekedar cukup dan tepat waktu, tetapi juga pakan tersebut harus memiliki kandungan nutrisi atau gizi yang tinggi. Bila ikan budidaya mengkonsumsi pakan yang kandungan nutrisinya rendah maka pertumbuhanya terhambat bahkan ikan timbul gejala-gejala tertentu yang disebut kekurangan gizi.  kandungan nutrisi pada pelet ikan terdiri dari protein sebesar 31-33 % dan lemak 4-6 %”. Pakan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan hewan ternak tidak terkecuali ikan.

pertumbuhan ikan setidaknya ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu padat tebar, pemberian pakan, penyakit, dan kualitas air. Salah satu faktor yang dianggap penting adalah pemberian pakan, pakan yang diberikan bukan hanya dilihat dari segi kuantitas, tetapi juga dari segi kualitas terupama kandungan nutrisinya. Dari pendapat ahli diketahui kandungan protein dalam pakan berada pada kisaran 31-33%, dengan kandungan protein sebesar itu masih saja dirasa kurang mendorong pertumbuhan ikan.

 

Diagram Alir Pembuatan Tepung Keong Mas