PELATIHAN BUM DESA ANGKATAN XXII DI BANGKA TENGAH


  Senin, 26 Agustus 2019 KEGIATAN

Oleh : Riska Yolanda

BUM Desa merupakan salah satu dari empat program prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi selain Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan), embung desa dan sarana olahraga desa. Dalam Undang-Undang No. 6/2014 tentang desa disebutkan bahwa Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. BUM Desa kedepannya tidak hanya sebagai penggerak ekonomi lokal tetapi berperan sebagai instrumen sosial yang dapat menumbuhkan kearifan lokal. Setiap desa memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun dalam pengelolaannya belum maksimal karena membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif serta lembaga sosial, budaya, dan ekonomi yang kuat.

Untuk meningkatkan mutu dan kualitas BUM Desa salah satunya adalah melalui pelatihan pengelolaan BUM Desa yang diselengarakan oleh Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM) Jakarta. Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para pengurus BUM Desa agar kompeten dalam pengelolaan BUM Desa dan unit usaha yang sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi lokal, menciptakan peluang dan jaringan pasar, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk jangka panjang.

Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat Jakarta melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa selama 6 (enam) hari dari tanggal 29 Juli s/d 3 Agustus 2019. Pelatihan dilaksanakan di Aula Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan jumlah peserta 30 orang yang merupakan pengelola BUM Desa yang berasal dari Kecamatan Koba, Kecamatan Pangkalan Baru, Kecamatan Namang, Kecamatan Simpang Katis, dan Kecamatan Sungai Selan. Pelatih berasal dari Praktisi dan PSM BBPLM Jakarta.

Pelatihan dibuka oleh Bapak Ir. Lalu Samsul Hakim, M.T, Kepala BBPLM Jakarta pada tanggal 29 Juli 2019. Beliau menyampaikan “BUM Desa bukan dimiliki oleh korporasi, bukan oleh perorangan, tetapi dimiliki oleh aparat desa dan seluruh masyarakat desa. BUM Desa diawasi oleh seluruh masyarakat. Harapan nya BUMDes yang ada sekarang bisa meningkatkan kesejahteraan, bukan hanya kesejahteraan pengurus tetapi seluruh masyarakat desa. Pengurus BUMDesa harus memiliki jiwa usaha sehingga mampu mengembangkan usaha yang dijalankan oleh BUMDesa.  Sebagai sebuah usaha desa, pembentukan BUM Desa adalah benar-benar untuk memaksimalkan potensi masyarakat desa baik itu potensi ekonomi, sumberdaya alam, ataupun sumberdaya manusianya.”.

Peserta antusias mengikuti pembelajaran dan praktek dalam kegiatan pelatihan yang meliputi kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan desa, pembentukan BUM Desa, pengelolaan BUM Desa, sistem keuangan desa, pembinaan, pengawasan dan pertanggungjawaban. Peserta juga mendapatkan ilmu dari narasumber yaitu Bapak Risaldi Adhari N, S.Psi, M.M (Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Tengah), Bapak Chuanda (GM Angkasa Pura) dan Bapak Adi Suputra, S.T, M.Kom (Praktisi dari Perguruan Tinggi Bangka).

Akhirnya pelatihan ditutup secara resmi pada tanggal 3 Agustus 2019 oleh Bapak Istianto, S.Pd, Kepala Bidang Penyelenggaraan BBPLM Jakarta. Semoga pelatihan ini menguatkan kelembagaan BUM Desa sebagai lembaga penggerak perekonomian desa yang memanfaatkan potensinya guna mencapai peningkatan kesejahteraan warganya. BUM Desa diharapkan sebagai motor penggerak ekonomi desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, mampu mandiri secara ekonomi dan terlepas dari rentenir, tengkulak dan sejenisnya.