MENGGERAKKAN MASYARAKAT UNTUK MEMAKSIMALKAN POTENSI PEPAYA CALLINA DI KABUPATEN CIREBON


  Kamis, 19 September 2019 KEGIATAN

Oleh : D.M. Alam

Lahan PERHUTANI di Desa Tonjong  yang ditanami tanaman kayu putih telah dilengkapi rumah produksi untuk penyulingan, produksinya terus meningkat setelah petani setempat ikut merawat tanaman tersebut. Ditandai dengan produksi kayu putih menjadi dua kali penyulingan setiap harinya. Para petani diberi keleluasaan menanam tanaman lain secara  tumpang sari, dipilihlah  pepaya callina  yang pertamakali ditanam oleh Bapak Supri. Produksi pepaya callina melimpah di tahun pertama, sehingga penanamannya diikuti oleh petani lain di lahannya sendiri termasuk oleh desa lain, begitu memasuki awal musim penghujan di tahun kedua hingga tahun ketiga terjadi penurunan kualitas produksi. Perubahan buah pepaya yang dihasilkan mengalami busuk buah,  bentuknya tidak seragam lonjong tetapi cenderung beragam, warna daging buah tidak semua merah tetapi kekuningan. Berbagai upaya telah dilakukan para petani untuk memperbaiki keadaan secara manual maupun pemakaian berbagai jenis obat hama tetapi belum berhasil. Produsen obat hama asal Semarang pun ikut melakukan observasi dan pengujian untuk menemukan produk penangkal hama terbaik. Para petani pun sudah menemui berbagai pihak yang dianggap kompeten dalam bidang pertanian tetapi belum mendapatkan tindak lanjut terkait solusi permasalahan tersebut. Kerugian pun dirasakan petani dengan harga jual sangat rendah yaitu Rp.2000/kg, tetapi para petani tidak menyerah, mereka terus berusaha mencari pemecahan masalah hama tersebut.

Gambar 1. Kondisi Buah Pepaya Callina yang terkena busuk buah dan bentuk tidak seragam ditinjau langsung oleh Bapak Kusuma Darma, MSi yang berdialog dengan petani setempat

 

Berdasarkan Permendesa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembangunan Kawasan Perdesaan beserta petunjuk teknis Pembangunan Kawasan Perdesaan dan Keputusan Bupati Cirebon Nomor : 050/Kep.94-/BAPPELITBANGDA/2019 dengan basis kawasan agrowisata dan Surat dari Forum Musyawarah Antar Desa Kecamatan Pasaleman Nomor 002/BKAD-Pslmn/XII/2018 tanggal 18 Desember 2018 tentang usulan penetapan pembangunan kawasan perdesaan Agrowisata Tonjong oleh ketujuh desa sekitarnya. Pembangunan kawasan untuk mempadukan pembangunan antar desa untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Kegiatan pengumpulan data dan informasi di kawasan perdesaan Kecamatan Pasaleman yang dilaksanakan 22 sampai 28 April 2019 di Desa Cilengkranggirang mengundang 7 (tujuh) Desa, dua diantaranya Tonjong dan Tanjung Anom sebagai bahan informasi terkait pelatihan sesuai kebutuhan yang mendukung pembangunan kawasan perdesaan. Hasil pengumpulan data diperoleh beberapa potensi besar, salah satunya pepaya di Desa Tonjong di lahan seluas 170-175  Ha dengan produksi 350 ton/tahun dengan keuntungan Rp.184.301.169 per Ha/tahun. Sebagai jawaban dan solusi permasalahan petani dari sisi peningkatan pengetahuan dan keterampilam mulai dari pembibitan, perawatan, pengolahan pasca panen.

Gambar 2. Kondisi Lahan dan pemanenan Pepaya di wilayah PERHUTANI Tonjong, Pasaleman, Cirebon

 

Hasil analisis SWOT (Strength-Weaknesses, Opportunities dan Threaths) dari potensi pepaya  tertuang dalam tabel berikut :

 Tabel 1. Hasil Analisis SWOT di Desa Tonjong dan Tanjung Anom

Rekomendasi pelatihan yang sesuai potensi kawasan perdesaan tersebut adalah pengolahan produk olahan pepaya, desa wisata, pengolahan limbah tebu, budidaya ternak kecil, pembuatan pupuk organik, pengolahan sampah, kewirausahaan dan e-commerce. Kesepakatan lokakarya menetapkan Pelatihan Pengolahan Produk Pepaya untuk mendukung agrowisata dan menjadi ciri khas lokal. Sebelum dilaksanakan pelatihan, diawali dengan penjajakan dan koordinasi narasumber, dipilihlah PKHT (Pusat Kajian Hortikultura dan Tropika) sebagai inovator pepaya callina mulai dari penanganan hulu ke hilir, dari pemilihan bibit, persemaian, perawatan, pengendalian hama hingga pengolahan produk, pengemasan dan pemasaran yang bekerjasama dengan Disperindag sebagai narasumber.

Pelatihan PRUKADES (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan) Angkatan I di tahun 2019 dilaksanakan di Desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon pada 27 sampai 31 Agustus 2019.  Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari Desa Tonjong dan Tanjung Anom yang terdiri dari perwakilan kelompok tani, ibu PKK, pengurus BUMDES dan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata). Pelatihan yang disepakati menitikberatkan pada perawatan dan pengolahan pepaya setelah memperhatikan hasil pengumpulan data, melihat kondisi lokasi, dan berdiskusi dengan petani sebagai calon peserta.

Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Bapak Dody . S. Priyadi, S.Sos, M.Si, didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cirebon, Bapak Sambasi Muksin, Sh, MH, Kasi Ekbang Kecamatan Pasaleman, Bapak H. Empep, Sekdes Tonjong, Bapak Ade Irawan dan Kades Tanjung Anom, Bapak Tarsono. Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Bapak Dody . S. Priyadi, S.Sos, M.Si, didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cirebon, Bapak Sambasi Muksin, SH, MH, Kasi Ekbang Kecamatan Pasaleman, Bapak H. Empep, Sekdes Tonjong, Bapak Ade Irawan dan Kades Tanjung Anom, Bapak Tarsono. Pelaksanaan pelatihan ditutup oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Ir. Lalu Samsul Hakim, MT, dihadiri Perwakilan Camat Paselaman diwakili Kasi Ekbang, H. Empep, Kepala Desa Tonjong yang diwakili Kaur Perencanaan Desa, Ade Irwanto, dan Pjs Kepala Desa Tanjung Anom, Tarsono. Diharapkan pada alumni peserta Pelatihan dapat menerapkan materi yang diterima, meneruskan ilmu bagi petani pepaya dan ibu  PKK lainnya yang belum mendapat kesempatan pelatihan, menjadi perintis, dan penggerak bagi desa masing-masing untuk memperhatikan perawatan dan pengolahan pepaya yang baik dan benar.

 

Gambar 3. Pembukaan Pelatihan Prukades dan Penyampaian Materi

dari Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan, Sambasi Mukhsin, SH, MH

 

Materi pelatihan diberikan sebanyak 40 JPL (Jam Pelajaran) terkait kebijakan daerah dalam mendukung Prukades yang disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Sambasi Mukhsin, SH, MH, materi tentang pembentukan suasana, membangun jiwa sosiopreneur, prospek dan pemanfaatan pepaya callina dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh pelatih BBPLM. Materi sejarah perkembangan pepaya callina, SOP (Standard Operation Procedure) budidaya pepaya callina, perawatan tanaman pepaya callina termasuk pengendalian hama terpadu dan penyakit tanaman pepaya callina), praktek budidaya pepaya callina mulai dari ekstraksi biji dari pepaya yang matang yang dibersihkan dengan abu gosok untuk menghilangkan lendir, selanjutnya biji yang telah dijemur hingga kering untuk bibit, persemaian menggunakan polybag dan pembuatan sungkup atau kerodongan dari bambu yang ditutup plastik UV, seluruh materi ini disampaikan oleh salah satu tim inovator pepaya callina, Kusuma Darma, M.Si.

 

Gambar 4. Praktek Ekstraksi Biji Pepaya, penyemaian di polybag dan pembuatan sungkup

Materi teknologi pasca panen dan pengolahan pepaya, pengenalan GMP (Good Manufacturing Practices), praktek pengolahan pepaya untuk meningkatkan nilai tambah produk dengan memanfaatkan buah pepaya yang bentuknya tidak seragam, daging buah cenderung kekuningan, rusak sebagian tapi masih dapat dikonsumsi sehingga dapat diolah menjadi permen lunak (soft candy), manisan, mie kremes dan sistik, dilengkapi analisis usaha pengolahan pepaya, dan teknologi pengemasan dan penyimpanan disampaikan oleh Ir. Hisworo Ramdani. Materi tentang pengemasan yang menarik, pelabelan produk, cara menentukan masa kadaluarsa produk dan proses pengajuan PIRT dan halal oleh Kepala Bidang Industri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon disampaikan oleh Hj. Endang Sri Pujiastuti, S.Si, M.Si.

Gambar 5. Penyampaian materi dari Disperindag, produk hasil pengemasan

dan praktek pengolahan pepaya

 

Respon dan antusiasme peserta yang mengikuti pelatihan ini sangat baik, walaupun hanya 5 (lima) hari tetapi menjawab kebutuhan peserta dari berbagai kelompok dengan materi dari hulu ke hilir. Setelah pelatihan ini, diharapkan alumni peserta melaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) hingga menghasilkan produk yang menjadi ciri setempat  sehingga menjadi daya tarik agrowisata Kabupaten Cirebon khusunya Kecamatan Pasaleman.  Dari sisi petani, mulai mendapatkan solusi dari permasalahan selama ini, rencana membibitkan benih pepaya calina yang diperoleh dari PKHT sesuai SOP budidaya calina di  awal musim penghujan. Petani diarahkan untuk menjaga kebersihan lahan, menyingkirkan semua buah dan tanaman yang busuk dan rusak dari lokasi, mengganti dengan tanaman lain atau menerapkan rotasi tanaman untuk menghilangkan hama penyakit yang telah menyerang ke tanaman.

Pelatihan ini ditutup oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM), Ir. Lalu Samsul Hakim, MT, dihadiri Perwakilan Camat Paselaman diwakili Kasi Ekbang, H. Empep, Kepala Desa Tonjong yang diwakili Kaur Perencanaan Desa, Ade Irwanto, dan Pjs Kepala Desa Tanjung Anom, Tarsono. Respon positif dan ucapan terima kasih atas perhatian BBPLM Jakarta melaksanakan pelatihan di wilayah perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah ini seperti siraman air hujan pertama setetelah kemarau panjang. Diharapkan para alumni peserta pelatihan dapat menerapkan materi yang diterima, meneruskan ilmu bagi petani pepaya dan ibu PKK lainnya yang belum mendapat kesempatan pelatihan, menjadi perintis, dan penggerak bagi desa masing-masing untuk memperhatikan perawatan dan pengolahan pepaya yang baik dan benar sesuai standar.

 

Gambar 6.  Penutupan Pelatihan Prukades I bersama para pejabat, peserta,

pelatih, narasumber

 

Semangat para peserta ditunjukkan dengan kegiatan praktek pengolahan pepaya sebagai tindak lanjut setelah pelatihan, diawali oleh ibu-ibu PKK alumni pelatihan yang mengajak anggota PKK lainnya. Produk permen, manisan, mie kremes, dan sistik dijadikan produk promosi dan diperjualbelikan di kegiatan penyuluhan kesehatan masal dari UPT Puskesmas Pasaleman, kegiatan pertemuan rutin PKK dan akan diikutkan Bursa Inovasi Desa (BID) di tanggal 18 September 2019. Perasaan bahagia dan bersyukur dari Pemerintah Daerah setempat dan para pelatihan atas penyelenggaraan Pelatihan Prukades “ Perawatan dan Pengolahan Pepaya” oleh BBPLM Jakarta yang selama ini sangat mereka harapkan untuk meningkatkan produktivitas pepaya dan ekonomi lokal desa.

Gambar 7. Praktek Pengolahan Pepaya oleh Ibu-Ibu PKK Tanjung Anom

sebagai realisasi Rencana Tindak Lanjut